Sunday, November 01, 2009

Belitung Island, Heavenly of Rocky Beach...

Setelah kemarin ngomongin gimana akses ke Belitung, sekarang times to describe what happened in Belitung...

Belitung, dengan euforia Laskar Pelangi-nya sebenarnya bukan motivasi awal berkunjung ke daerah ini. Keinginan ke sana justru muncul akibat kebanyakan majalah travel ngasih panoramic views-nya tentang keindahan pantai yang -konon- salah satu yang terunik di dunia karena struktur bebatuannya yang besar-besar. Nah, sebenarnya apa aja sih yang ada di sana?

Ke Belitung gak bawa peta? Jadilah kita hanya bertanya-tanya tentang the most famous places to visit ke penduduk lokal alias temen kuliah saya yang emang tinggal di sana. Setelah tidur semalam untuk merevitalisasi tenaga, akhirnya kita memulai tujuan pertama, yaitu pantai Tj. Tinggi. Jarak antara Tj. Pandan (pusat kota – atau yang sering disebut juga Tanjung) ke daerah tersebut sekitar 45 menit. Tj. Tinggi merupakan kompleks pantai yang sangat panjang dengan pesisir yang dihiasi dengan banyak bebatuan. Termasuk batu paling besar yang menjadi lokasi Lintang dkk berteriak “Laskar Pelangi”. Sturktur bebatuan yang sangat indah, gak mungkin bisa dilupakan apalagi jika bersatu dengan air jernih yang mengalir cukup tenang. Tapi, karena lagi musim hujan, maka untuk mendapatkan view yang paling mantap maka sewaktu matahari bersinar terang, kira-kira sebelum jam 12 siang.

Di sisi yang lain pantai Tj. Tinggi, terdapat salah satu cottage yang disinyalir milik Tommy Soeharto bernama The Lor-In Villa yang langsung menghadap laut. Jika anda ingin berenang di pantai, maka ini adalah sisi pantai yang paling tepat karena memiliki pesisir yang sempurna, dengan derajat kemiringan pantai yang baik. Tapi, sisi ini gak terlalu private mengingat jalan di depan cottage merupakan jalan umum.

Destinasi kedua adalah pantai Tj. Kelayang. Pantai ini memiliki karakteristik pantai pada umumnya. Biasa saja, tidak banyak keunikan yang bisa dilihat. Tapi, sedikit perahu nelayan berlabuh di pantai ini. Sewaktu kita datang, ternyata sedang berlangsung event Sail Indonesia 2009. Setelah bartanya-tanya dengan penduduk lokal, ternyata Sail Indonesia adalah event tahunan yang memang sudah sering dilakukan. Kebetulan, Belitung menjadi titik finish setelah beberapa bulan lalu juga ada Sail Bunaken. Ratusan kapal layar dari berbagai benua berkumpul dan siap disambut oleh penduduk lokal yang antusias. Terlihat bule-bule setengah baya menikmati suasana Belitung sambil melihat beberapa stand aksesoris yang diperisapkan oleh panitia acara. Sayangnya, kapal layar berlabuh hanya di tengah laut sehingga pupus sudah harapan saya untuk foto-foto di atas kapal layar.. ;P
Berjalan beberapa menit dari Tj. Kelayang, terdapat perkampungan nelayan Bugis, yaitu Tj. Binga. Kegiatan para nelayan mengeringkan hasil tangkapan mereka dan bau-bau amis dapat terlihat dan terendus. Di sana juga merupakan tempat yang pas apabila anda ingin menyebrang ke pulau Lengkuas, di mana pulau tersebut memiliki sebuah mercusuar indah. Sayang waktu dan nego kami gagal mencapai pulau tersebut. Huiks!

Berjalan lagi sedikit, kita akan menemukan Bukit Berahu, bukit yang bisa melihat view pantai dari ketinggian. DI bawah bukit tersebut, terdapat cottage “Mawar” yang cukup private dengan harga 200 ribu/malam. Meskipun pesisir pantainya tidak seindah Lor-In Villa, namun pantai ini terletak jauh dari jalan utama. Bisa anda coba jika emang niat honeymoon. Haha..
Pantai lainnya yang lebih dekat kota yaitu pantai Tj. Pendam. Di sini lebih terlihat suasana urban karena di sekitar pantai telah dirombak oleh pemerintah kota menjadi "social room". Berbagai sarana olahraga seperti jogging track, lapangan futsal, taman bermain anak-anak, hingga cafe-cafe lokal menjadi pemanis di pinggir pantai. Di pantai inilah juga, sunset-view yang paling indah dapat ditemukan. Tapi, karena kemarin keasyikan makan batagor.. Alhasil, sunsetnya cuma dapet segini niih...

For all this journey, it's really wonderful! 3 nites, 2 days made us amazingly can't imagine before.. This island is very kind and peaceful.. Special thanx to Siti, Habibah, Fahmi, and local citizen for their contibute.. ;)

See on another journey..

FOR COMPLETE PHOTO GALLLERY, CLICK HERE

Wednesday, October 28, 2009

Road To Belitong Island...

Yes, I’m goin to Belitong Island for 3 days! Ada mitos yang beredar: Jika ke Belitung, maka anda sulit balik. That's the big no..

Mulanya, emang iseng-iseng berhadiah sih ngerencanain ini semua. Berawal dari undangan nikah salah seorang sepupu di Palembang, tiba-tiba niatan untuk pergi ke Belitung direncanakan makin matang. Bersama si Adit, partner traveller plus sepupu yang konon mirip VJ Daniel inilah segala sesuatunya dibicarakan. Mulai dari keragu-raguan dia ke Belitung karena memiliki daya magis tinggi hingga cari informasi tentang harga akomodasi yang beragam. Tapi, setelah si Adit dapat “the right time” bolos kuliah, kita langsung cabut dengan modal SEMANGAT! Yah, cukup nekat karena emang kita gak bawa peta, daftar tempat wisata, dsb. We’re spontaneously just go..
Salah satu hal yang spontan juga yaitu kita beli tiket jetfoil pagi di pelabuhan Boombaru beberapa menit sebelum keberangkatan. Haha! Untuk informasi, jetfoil adalah sejenis kapal cepat yang berkapasitas hingga ratusan orang. Sebelum bahas tentang harga, kita bicara dulu soal rute akses ke Belitung. Jika berdomisili di Jakarta, lebih mudah jika terbang dengan pesawat langsung ke Belitung dengan jarak tempuh hanya kurang dari satu jam. Namun, jika dari Palembang dan ingin merasakan sensasi perjalanan, transportasi jetfoil juga cukup nikmat (jika anda gak mabok laut! Haha..). Jetfoil yang tersedia dari Palembang menuju Bangka ada dua, yaitu Express Bahari dan Sumber Bangka. Lebih mahal Sumber Bangka dikit sih, soalnya interiornya lebih bagus. Hehe.. Tapi, kita pilih Express Bahari saja karena toh kecepatan jetfoilnya juga sama. Selain menghemat, kita juga udah dapet Executive Class dengan harga sekali nyebrang laut IDR 150k. Fasilitas? Ada Air Cooler superdingin yang bikin kita nyesel gak bawa jaket tebel, tontonan DVD dengan film-film gak jelas, seperti Sumpah Pocong di Sekolah, ditambah snack seadanya namun lebih baik daripada maskapai penerbangan low-fare.

Sesampainya di Pulau Bangka, kita disambut sebuah mercusuar yang imut ini di pelabuhan Tj. Kelian. Mercusuar dengan ketinggian 56 meter dan 199 anak tangga ini ternyata masih lebih junior dibandingkan mercusuar di Belitung, tepatnya di P. Lengkuas. Ckckck.. Pegel gak tuh?!


Selanjutnya, kita harus beli tiket travel buat melintasi Pulau Bangka dari pelabuhan Tj. Kelian ke pelabuhan Pangkal Balam. Lebih baik sih beli tiket travel di kapal saja daripada keabisan travel di pelabuhan. Cukup IDR 60k, ternyata kita udah dapet Suzuki APV dan konon ini adalah satu-satunya APV yang beroperasi.


Perjalanan darat ini memakan waktu 3 jam, kurang lebih sama dengan jarak tempuh jetfoil tadi. Di tengah-tengah perjalanan, mayoritas travel akan berhenti di RM. Tri Minang Asia yang berkonsep prasmanan. Makanannya bolehlah, tapi saya hanya ngambil telur dan berbagai sayur. Bener saja, nasi telur dipatok harga 10k, sedangkan es teh 5k. Sebenarnya gak kaget sih ngeliat harga ini apalagi saya doyan café to café, namun semangat traveller kita luntur akibat merasa bersalah membeli makanan mahal. Haha!
Jalanan menuju pelabuhan Pangkal Balam sama saja seperti jalan Balikpapan – Samarinda ataupun Lampung – Palembang. Waktu tiga jam itu dihabiskan Adit beberapa jam untuk tidur dan saya lebih asyik mengamati kultur dan penduduk serta memotret gaya tidur Adit. Haha! Gak terasa, kita sudah sampai di ibukota Bangka-Belitung, Pangkal Pinang. Ini tandanya kita akan memasuki pelabuhan Pangkal Balam. Lagi-lagi kita turun travel sambil tergopoh-gopoh mencari loket penjualan tiket untuk tujuan Belitung, tepatnya pelabuhan Tj. Pandan. Untuk akses ke Belitung, jetfoil yang tersedia hanya Ekspress Bahari dengan harga IDR 175k (Executive Class) dengan jarak tempuh sekitar 4 jam. Soal fasilitas, hampir sama kecuali ketiadaan bonus snack dalam perjalanan. Namun tenang saja, masih ada kok yang berjualan pop mie seharga 8k. Huehe..
Kita baru sampai di pelabuhan Tj. Pandan jam 6 pm. So, total perjalanan yang dihabiskan dari Palembang ke Belitung kalo dihitung-hitung kurang lebih hampir setengah hari, yaitu 11 jam! Sampai disana kita langsung dijemput oleh temen kuliah saya yang memang asal Belitung, Siti. Nah, dia berhasil ngerayu temen cowoknya supaya mau nampung kita buat ngungsi dadakan di kontrakan. Haha..

Mau tau ngapain aja kita di Belitung? Check the next posting. Buat bikin penasaran, ini nih preview saya lagi mengeksotiskan kulit.. Haha!



Tuesday, August 11, 2009

How to ENjoy Jakarta in 10 Days (Part 3)

Day 3: Hot snow day at the bay..
Snowbay.. Is it bay with a snow??

Sebelumnya maaf kalo postingannya baru bisa sekarang. Many job to finished! GHehe.. Di hari ketiga, kita sudah ada di Bogor. Bogor yang sekarang gak pakai hujan tuh. Mungkin julukannya harus ganti, kota angkot. Soalnya angkot merajalela. Hehe.. Dari Bogor, kita balik lagi ke arah tol untuk menuju Snowbay..

Well, travelling di sebuah kota gak lengkap juga kalau gak kunjungin wisata modernnya. Pengen juga nyobain another waterzone di kota tersebut apalagi sekarang setiap kota di Indonesia seakan berlomba-lomba untuk memiliki waterzone terbaik. Salah satu yang berada di Jakarta yaitu Snowbay yang terletak di dalam TMII. Tempatnya tergolong baru, makanya ada beberapa wahana yang masih dalam tahap pembuatan. Tapi, gak nyesel juga kok, soalnya juga dapet promo buy 1 get 1 via Mandiri debitcard selama musim liburan. Kalau harga tiket normalnya sih IDR 100k. Begitu masuk, kita akan menuruni tangga dan seperti biasa.. Menemukan petugas loker! Namun, loker tidak dipisah antara wanita dan pria. Yang dipisah adalah kamar ganti dan kamar mandinya. Kamar mandinyapun disediakan dengan versi beragam. Ada yang bernuansa alam terbuka dengan bebatuan (Konon mirip Waterboom Bali), ada juga yang tertutup rapat, dan khusus toilet. Nah, wahananya kira-kira yang sudah jadi lebih dari 10. Terdiri dari wahana dewasa, wahana anak, dan tentu wahana semua usia. Untuk wahana anak, saya gak usah coba deh, ntar emak-emak pada naksir lagi.. Hehe. Wahana yang menurut saya daya adrenalinnya paling tinggi yaitu Flush bowl, dimana kita diluncurkan terbaring tanpa ban dari tempat teratas wahana dan meluncur seperti bensin yang mengalir pada sebuah corong. Sampai di sebuah corong, kita akan berputar-putar dan akhirnya jatuh ke sebuah lubang yang memiliki kedalaman 2,5 meter... And I can’t swim!! Gosh, sebenernya waktu itu udah tahan napas, tapi perasaan kok lama banget ya diangkatnya. Huah, tapi cukup mendebarkan juga. Hehe..

Selanjutnya wahana yang cocok buat seru-seruan yaitu Twister. Wahana ini punya penggemar banyak sehingga gak tanggung-tanggung kalo mesti ngantri selama setengah jam sampai sejam karena wahana ini ternyata punya jam istirahat.

Di wahana ini, kita memakai ban bundar yang berpenumpang genap (2 atau 4). Prosesnya yaitu kita bakal ngelewatin corong yang gelap dengan aliran tenang, hingga waktu itu saya cuma bilang, “Hah, kaya gini aja?”. Tapi ternyata, wahana ini memberi kejutan dengan tinkungan pipa yang tajam sehingga kita akan meluncur dengan cepatnya menuju mangkok besar dan naik turun membentuk arah seperti bentuk bumerang. Berhubung para traveller di ban badannya gak kalah gede dari mangkoknya, tekanan gravitasipun semakin tinggi dan semakin tinggi pula kita melayang miring.. Hehe.. Seru!! Wahana lain yang boleh dicoba, meskipun sebenarnya di waterzone lain juga ada yaitu kolam arus dan kolam ombak. Cukup menyenangkan meskipun sudah pernah. Wahana yang not recommended mungkin kolam uap atau jacuzzi tapi dengan air dingin. Huah, not goin to be relaxed anyway..

This is gonna be a nice day, meski ternyata harus mengorbankan kulit cerah kita. Bahkan, sunblock dari dokterpun belum cukup mempan dengan matahari jam 12siang. Hoho!

[to be continue..]

Friday, July 10, 2009

How to ENjoy Jakarta in 10 Days (Part Two)

Kota Tua? Pasti kota ini sudah sakit-sakitan.. Perlu beli obat pastinya biar terlihat muda kembali..


Day 2: This is the Old Town
Kota Tua... Pertama kali denger dulu ketika Pak Bondan Winarno memperkenalkan Soto Tangkar di daerah sana. Menuju daerah Kota ternyata macet dan macett.. (Yeah, gak boleh ngeluh soal macet di Jakarta.. It’s so normal!). Di kawasan itu, ternyata juga sering digunakan untuk sesi pemotretan model ataupun foto pra-wedding. Terbukti, banyak sekali gaun-gaun pengantin yang berseliweran dengan fotografer-fotografer yang sibuk dengan asisten yang jinjing tripod. Atau mungkin juga cuma pas lagi bulan Juli yang notabene terkenal dengan musim kawin. Hehe.. Selain sesi foto-foto, kita juga sempet beli es potong dengan kocek 2k, plus sewa sepeda tua seharga 20k untuk satu jam. Satu fakta unik, ternyata itu sepeda gak pake rem. Serem juga tuh, genjotnya harus pelan-pelan. Di kota tua juga bertemu dengan temen-temen dari Jogja, Isa & Ian. Mereka emang sengaja ngajak ketemuan di sini. Bisa disebut juga, this is the rendevouz time!


Gak cuma itu, ternyata ST12 juga lagi shooting untuk videoklip barunya di Cafe Batavia, sedangkan acara Koper & Ransel yang dipandu oleh seorang bule -whosoeva- juga lagi ambil gambar. Quite interesting, meski akhirnya ketika jalan pulang, mobil disrempet om-om Chinese Glodok yang gak jelas.. Alhasil, lampu mobil jadi salah urat dah.. Huff!


But, where we have to go next: Yes, it’s time to migration.. Bogor, here we come..

[To be continue..]

Thursday, July 09, 2009

How to ENjoy Jakarta in 10 Days (Part One)

I think, Jakarta as our capital city is not so big enough.. The only big is the pollution and dirty river.. Ehm, and also Harvey Nichols! Haha...


Day 1: Jakarta Fair 2009
Garis besarnya: It’s not the HOLIDAY! Liburan kok ke Jakarta... That must be the worst holiday! So, it’s just a trip for havin’ fun!! Haha... Partner kali ini yaitu Agus, Intan, Aline, dan Titi. Tiba di Pasar Senen, Jakarta sekitar pukul 04.30am via Business Class Train (dan baru ngerti kalo embel2 “kelas bisnis”nya sama sekali gak beralasan!!). Banyak yang minta-minta, banyak yang jualan, banyak yang tidur di lantai cuma modal bayar 30k.. So crowd dan secara sukses menggagalkan tidur nyenyak selama di gerbong no. 6 malam itu. Well, sampai basecamp sekitar Sunter, baru lengket dah sama bantal.. Zzz...


Siangnya, this is the first spot to go... PRJ!! Pekan Raya Jakarta atau yang biasa juga dikenal Jakarta Fair.. Berhubung gak ngerti skejul, akhirnya sukses juga nyampe dengan titel: KEPAGIAN! Emang sih pintu parkir udah dibuka dan udah ada segelintir orang yang nangkring, tapi kalo dipikir-pikir musti killing time satu jam.. Huff! Tapi ternyata ada gunanya juga dateng awal. Belasan menit kemudian, tiba-tiba pengunjung yang siap ngantri membludak. Pukul 03.30pm, tiket per orang 15k berbentuk magnetic card dengan logo Bank Mandiri udah di tangan. Siap masuki alam venue super-luas..
Venue JakFair terbagi dalam beberapa hall indoor dan hall outdoor. Beberapa branded otomotif, instant food, dan fashion lebih banyak di outdoor. Sedangkan telekomunikasi, elektronik, local participant lebih banyak di indoor. Salah satu stand favorit adalah The Body Shop yang lagi SALE shower gel sampai 50%. Tapi sialnya, shampoo plus conditioner yang biasanya saya pakai harganya masih stabil. Huehehe... (Ketauan deh sale-minded.. Haha!!). Sayangnya lagi, kebanyakan brand jual barang stok lama.. (Atau berhubung ini the last days yaah?? Jadi udah barang sisa??!).


Humm, gak lupa juga nih disini ngerasin juga gimana rasanya Kerak Telor yang termahsyur di teve swasta nasional kita kalo menjelang HUT Jakarta.. One tips: Lebih enak kerak telor bebek dibanding kerak telor ayam.. Harganya?? SAMA keduanya. Dari siang sampai isya, betis udah berubah keker jalan kesana-kemari. Pulangnya, sempet nyasar juga nyari mobil di parkiran yang udah gak jelas kiblatnya. Hehehe..


Teori Teddiouzz Today
Well, Jakfair is damn wide! Laen kali mungkn skalian bawa training pants buat skalian jogging di sana.. Haha..

[To be continue..]