Tuesday, February 10, 2009

3 Tahun Teddiouzz Today!


Memasuki tahun ketiga, semoga makin banyak kata yang terburai dari mata..

Tahun ketiga membuat saya sadar blog ini sudah lumayan banyak menghadirkan variasi format. Meskipun (...) saya belum menemukan format yang paling PAS untuk menjadikan blog ini jadi maksi dalam hal informasi maupun inspirasi, ataupun sekedar relaksasi. Mungkin saya akan mencoba me-refresh konten lagi agar lebih bersifat public interest, bukan hanya privacy interest. Haha.. Anyway, dari awal blog ini berdiri sepertinya saya belum pernah membuat list tentang kepribadian atau beberapa hal yang mungkin kalian pengen ngerti atopun gak peduli sama sekali.. OK, this is for a new perspective. It’s time for the real me.. ;)

My 25 List of Somethin’ U Might Didn’t Care

  1. Merasa saya telah BERUBAH.. Dahulu Sekarang. Baik di satu sisi, tapi juga sekaligus buruk di sisi yang lain. OK, Nobody’s perfect.. and human always has a chance for changes!

  2. Jika ditelusuri dalam sebuah buku astrologi, ANGKA 29 sebagai tanggal kelahiran memiliki arti bahwa saya adalah tipe orang yang dapat menjadi penengah antara kedua belah pihak yang berseteru. Terbukti, (entah mengapa...) saat ini banyak juga yang menjadikan saya ‘orang ketiga’ dengan membawa misi perdamaian ketika perang rumah tangga sedang berlangsung. Hehe... Pekerjaan masa depan: Anggota PBB!!

  3. Masih berkaitan dengan di atas, sering heran dengan prinsip CINTA ITU BUTA. Sudah banyak melihat fakta bahwa banyak orang yang tersakiti oleh cinta, tapi... masih saja berharap! C*MON, Let’s just begins another life... daripada bersama tapi penuh tekanan?

  4. Sadar banget dengan bahaya GLOBAL WARMING. Bumi berubah menjadi tempat yang menakutkan, bahkan seringkali membayangkan bahwa beberapa tahun ke depan kita tidak bisa lagi bersentuhan dengan sinar matahari yang memiliki radiasi UV secara langsung. Well, move to another planet??

  5. Lebih cinta menjepret dibandingkan merekam. FOTOGRAFI itu menyembunyikan banyak misteri dibandingkan rekaman. Lebih banyak imajinasi-imajinasi yang dapat ditangkap dan memiliki tantangan untuk ditafsirkan. Entah mengapa, hobi yang satu ini membuat saya lebih menghargai detik demi detik dalam hidup.

  6. Sering bertanya-tanya, apakah saya DYSELEXIA? Gejala-gejala tentang salah penyebutan nama, tempat, atau jenis barang sering terjadi..

  7. HOBI balik ke kamar lagi setelah keluar kamar kalo mau berangkat. Pasti ada yang tertinggal.. Entah dompet, buku, sunblock.. Hahaha!

  8. Koleksi MAJALAH dalam taraf yang agak gila. Majalah... Lifestyle, Fashion, Travelling, Gadget, Movie, People, Newsweek... Bahkan ingin rasanya membuat museum majalah!

  9. “Milyaran panah jarak kita, tak jua tumbuh sayapku”, DEWI LESTARI selalu membuat saya terkesima meskipun hanya dengan kata-kata.

  10. Mencintai FILM DRAMA sebagai hiburan di kala senggang. Mengapa drama? Sebab action jarang mengandalkan cerita, sedangkan horor hanya sedikit yang menyeramkan. Sampai pernah dengan terpaksa menonton Hantu Jembatan Ancol dan sukses dimarahin orang sebioskop karena tertawa. Haha..

  11. Mendukung yang pernah diucapkan CHRISTIAN SUGIONO dan MAMA LAUREN, benci ketika ada sesuatu yang bersifat SARA. Membanding-bandingkan agama, berkata bahwa agama yang satu lebih baik atau lebih benar daripada yang lain. Saya pikir orang yang sudah mengerti agama tidak akan melakukan hal-hal seperti itu.

  12. Percaya dengan kutipan bahwa SENI, BUDAYA, dan AGAMA tidak dapat diperdebatkan. Tiga hal itu berada pada jalur masing-masing bagi siapa yang ingin mengikuti.

  13. INTERNET is a must.. Who’s ignore it??

  14. Rindu pada masa kecil ketika semua SERBA HIJAU. Lapangan bola yang sejuk, Kolam ikan yang segar, atau embun pagi hari yang bersatu dalam kabut. Semua itu ada di dekat rumah. Sekarang, semua tidak terawat dan rumah saya juga pindah..

  15. Telah terbiasa berdialog dengan binatang sejak kecil, meski dialognya gak pernah nyambung.. Hehe! Tapi, sewaktu kecil sering menjenguk beruang, biawak, monyet, tupai liar, babi hutan, burung merak, anjing hutan, bahkan pernah shock melihat ULAR DI TEMPAT JEMURAN dengan diameter kaleng makanan dan panjang yang tiada tara dalam jarak dekat. Well, this is my wild side...

  16. Entah mengapa... Paling tidak suka dengan insekta. Mungkin hal ini dipicu oleh sengatan tawon bertubi-tubi dahulu kala ditambah dengan isengnya teman-teman yang pernah memberikan bingkisan 100 jangkrik saat ultah. Well, NO INSECTANO di kamus saya.

  17. MENU ANDALAN ketika relaksasi: Pinky Smoothies@Frappio, Cheese French Fries@Cokelat, Chicky Corn@Daily Fresh, Orange Sunset@Tamansari dan masih banyak yang enak, tapi tidak di level best value..

  18. KANGEN dengan masa-masa SD, SMP, SMA. SD dengan kegiatan tukar-menukar kertas mickey mouse, SMP dengan ekskul renang, atau SMA dengan kegiatan mading dan aktivitas keringat seperti basket, sit up, push up, scott jam sewaktu jam olahraga. (Sekarang udah jarang.. Haha!)

  19. Punya teman-teman yang GOKIL hingga saat ini. Tak menyangka dari semester satu hingga sekarang masih bisa bersama (Bersama-sama belom lulus.. Hehe!). Yang merasa, angkat tangan sendiri ya...

  20. Masih bingung dengan permasalahan RAMBUT. Mulai dari perawatan yang low-end sampai sekelas Bodyshop tidak berpengaruh. Huff, whatever...

  21. Kamar saya seakan-akan dipenuhi KABEL. Mulai dari kabel charger handphone1, handphone2, handphone3, kamera, laptop, kabel televisi, kabel multifungsi speaker, kabel transfer data handphone1, kabel headset handphone2, bla...bla... Ruwet!!

  22. Sulit untuk membenci orang, tapi SEKALI BENCI tidak tanggung-tanggung sinisnya. Tanduk setan timbul dari kepala dan siap membawa trisula untuk menusuk pantat tersangka. Haha..

  23. Belajar jadi ORANG JAHAT. Tapi, teman-teman kost menganggap saya selalu gagal! Bosan ketika orang-orang meminta bantuan dan menganggap saya bisa mengabulkan (apalagi pake rayuan plus-plus... Haha!) Hey, I’m just an ordinary man, bukan jin botol.. ;P

  24. Berkeinginan untuk menjelajah wilayah SUMATRA dan PAPUA serta tinggal beberapa bulan di pedesaan EROPA, terutama Perancis, Jerman, Swiss, atau sekitarnya (kecuali Inggris dan Irlandia).

  25. 3 LAGU yang gak tau kenapa, bisa everlasting di playlist: “it’s Love” by Ryan Leslie, “Talk To Me” by Keri Noble, “Life” by Desree. Untuk Dave Koz, Jason Mraz, John Mayer mendapat tempat tersendiri.

Ada yang sama?? Humm, hidup semakin bertambah dengan kalkulasi angka-angka, semakin membingungkan juga.. Bingkai-bingkai baru melengkapi sebuah museum kehidupan.. Akankah bingkai-bingkai baru ini menjadi koleksi yang tepat untuk melengkapi kelengkapan dunia?? We'll see.. ;)

Wednesday, January 21, 2009

Top 10 Indonesian Movies 2008


Januari 2009 ini, saya masih disibukkan dengan posisi marketing di sebuah advertising hingga awal Februari nanti.
Sebenarnya gak sibuk-sibuk amat. Kerjaan juga seadanya (seperti sarapan saja!), tapi entah mengapa waktu magang ini menyita waktu-waktu yang lain. Yang utama terasa adalah waktu mengerjakan skripsi yang menjadi terlantar, waktu café to café yang semakin dipaksa masuk dalam agenda weekend meski badan beraroma kasur, waktu Wifian yang almost nothing digantikan dengan sentuhan e-mobile. Sebegitu berubahkah jika nanti saya benar-benar bekerja? Atau pekerjaan ini bukan pekerjaan yang enjoyable buat saya? Atau mungkin mental saya belum cukup buat bekerja? Ahh.. Pemikiran-pemikiran yang tidak jelas...
Yang jelas, awal tahun ini seperti biasanya saya akan sekilas mereview perfilman tanah air sepanjang tahun 2008. Sepertinya tren yang masih berlanjut adalah tren berlomba-lomba menciptakan ikon horor. Tercatat (yang saya catat, loh!) ada 18 film bergenre horor yang rilis tahun 2008. Sepertinya genre horor masih dianggap potensial untuk lahan panen uang oleh para produser Indonesia. Genre ini juga sepertinya tidak mau kalah di tahun ini. Hal ini diperkuat dengan munculnya salah satu judul horor yang tidak kalah bodohnya, yaitu Hantu Jamu Gendong. Selain horor, tren yang booming pasca Quickie Express adalah komedi slapstick yang banyak mengetengahkan seks sebagai bahan obralan. Sebanyak 16 judul film “panas” bebas ditayangkan di bioskop-bioskop tanah air. Saya sih bukan mempermasalahkan adegan panasnya, hanya saja pada cerita yang ala kadarnya membuat imej sang bintang menjadi murahan. Satu lagi yang lambat laun tapi menjadi tren adalah film antologi. Film yang terdiri dari beberapa sub plot cerita ini makin lama makin berisi dan diminati. Sepuluh adalah salah satu judul film antologi terbaru yang akan tayang Februari nanti.
Penghargaan kelas FFI juga sudah sangat jatuh kredibilitasnya. Banyak film kelas festival yang tidak mendaftar atau juga diblacklist karena ada pihak luar yang ikut campur dalam pembuatan. SO, LUPAKAN FFI! Nah, berikut 10 film Indonesia terbaik 2008 versi Teddiouzz:

Petikan AYAT-AYAT CINTA membuat segala lapisan masyarakat Indonesia berbondong memenuhi kursi bioskop. Mendobrak stagnasi dengan tema religius, film yang diangkat dari novel bestseller karya Habbiburahman El Shirazy ini mampu mengangkat nama Carrisha Putrie menjadi bintang bersinar tahun ini.
Film antologi karya 4 sutradara wanita, PEREMPUAN PUNYA CERITA mampu mengembangkan konflik-konflik yang berbeda di tiap kota. Perempuan sebagai subjek utama menjadikan film ini manis dan bernuansa feminis. Tapi, meskipun demikian, beberapa cerita dikembangkan dengan sudut pandang yang berbeda.
Tahun lalu, Upi kembali berkolaborasi dengan Vino Bastian dalam RADIT DAN JANI, film drama dengan nuansa street style ini mampu menggali skenarionya lebih dalam lagi ditambah dengan chemistry dua bintang utamanya dalam porsi yang seimbang.
Film hasil penyutradaraan novelis Djenar Maesa Ayu, MEREKA BILANG, SAYA MONYET menjadi sebuah film dengan suguhan sinematografi yang apik serta cerita yang kental dengan sastra. Berkat film ini, Titi Sjuman menjadi aktris pendatang yang patut diperhitungkan.
Pasukan LASKAR PELANGI juga menjadi primadona bioskop tahun lalu. Kisah bestseller novel Andrea Hirata tentang anak-anak Belitong dalam menggapai cita-citanya mampu menyampaikan sisi edukasi yang penting untuk generasi penerus bangsa. Mengingatkan dengan film edukasi yang lebih dulu muncul, Denias.
Antologi LOVE adalah cerita antologi yang lebih pop dibandingkan dengan antologi-antologi lainnya. Alm. Sophan Sophian dan Widyawati adalah yang paling dianggap berjasa menghidupkan film ini. Duet keduanya juga bercampur dengan duet-duet yang lain sehingga menghasilkan sebuah kesinambungan dalam skenario yang cukup matang.
Berpetualang dalam CINTA SETAMAN memang harus penuh dengan penghayatan. Sebuah antologi yang mampu mengemas sebuah perilaku menjadi hal yang patut dikaji ulang. Berbagai definisi keburukan dan kebaikan, atau bahkan tentang cinta menjadi hal yang penuh dengan daftar pertanyaan.
Kisah perempuan bernama MAY yang terpisah dengan keluarga pasca tragedi ‘rasisme’ warga Indonesia terhadap warga Tionghoa membuat kita sekilas kembali ke masa lalu. Pembakaran rumah, pemerkosaan, komersialisme, serta imigrasi mewarnai konflik-konflik yang ada. Sebuah tema yang mengesankan, meskipun terkesan lemah dalam endingnya.
Dangdut versus pesantren ala 3 DOA 3 CINTA mengembalikan duet favorit Indonesia, Dian Sastro dan Nicolas Saputra dalam satu adegan. Kisah urban yang santai namun sarat dengan fenomena kultural membuat film ini tampil berkesan meski kurang tenaga bercerita.
KARMA menjadi film horor yang saya anggap lebih mengandung magis tahun ini. Horor tidak selamanya memiliki seragam putih, make up putih, kontak lens, ataupun gigi taring dengan riasan darah atau bekas luka cabikan. Film ini meredefinisi ketakutan dengan efek suara yang mengagumkan, bukan mengagetkan.

Selamat mengkritik list ini atau mungkin juga setuju dengan saya. Saksikan juga list Moviouzz Awards 2009 di posting selanjutnya..
Selamat menonton film di tahun 2009. Semoga film Indonesia dapat menembus festival-festival film internasional lainnya..

Thursday, January 01, 2009

NY09


Tahun Baru, harapan baru, semangat baru, resolusi baru..

Begitulah ungkapan yang biasa terlontar ataupun tertulis di sebuah kartu ucapan ketika tahun berganti.. Tak terasa (atau bahasa lainnya ‘GAK SADAR’), kita udah masuk ke awal tahun 2009. Buat sebagian orang mungkin, tahun ini berat karena berbagai masalah global muncul. Krisis ekonomi global, invasi bom di jalur Gaza, kelangkaan minyak, banjir dan gempa, atau kenyataan bahwa bumi semakin menunjukkan gejala global warming. Akhir-akhir ini matahari menjadi menyengat.. Atau kulit ini yang semakin sensitif? Hehe... Kalaupun hujan, jadi semakin dingin hingga terkadang masuk angin. Benarkah bumi ingin menyeimbangkan keadaan seperti yang terjadi dalam film The Day After Tommorow?? Mengutip ramalan Mama Lauren juga, “Tahun 2012, yang buruk-buruk akan segera musnah, tetapi yang baik juga mengalami cobaan yang berat”. Adakah yang mengerti maksud ini?? Berarti tinggal 3 tahun lagi untuk mengungkap apa sebenarnya misteri 2012. Apakah hari kiamat seperti yang diperbincangkan dalam buku-buku atau Tuhan yang sekedar menggelar razia untuk membuat dunia dipenuhi dengan kebaikan. Mengutip lagi dari Mama Lauren, “ Bahwa yang terpenting adalah Tuhan, bukan agama”. Maka, percayalah, jika semua agama selalu mengajarkan kebaikan dan jika ada orang beragama yang merampas hak orang lain, maka orang tersebut belum mengerti sepenuhnya tentang agama..
Huah! Bisa juga sedikit-sedikit berputar-putar dalam segi religi. Hehe.. Tapi satu hal yang pasti di 2009 ini, saya selalu berharap untuk menjadi semakin mengerti tentang misteri-misteri diam yang ada di sekeliling saya. Semakin banyak hal yang menyadarkan bahwa saya masih harus belajar dari banyak kepala dengan komposisi sel-sel pemikiran yang variatif. Dan semoga tahun ini membawa makna baru yang menambah catatan dalam wisata hidup..

Thanks to God! Thanks to all the soul.. Thanks to everyeyes, everymind, everyconversation in everyday.. Hehe.. Happy NY09!! Happy New Year 2009!!

Wednesday, December 03, 2008

The Heart Celebration of Twenty Two


December is on! Too fast for enter da new year??

Entah kenapa, hari ultah November kemarin seakan-akan menjadi hari yang ingin di-skip dengan segera. Ada apa ya dengan saya? Huaah.. Entahlah, bukan berarti saya tidak bersyukur telah diberi kesempatan untuk menambahkan umur, tapi seakan-akan tidak banyak hal yang bisa disebut “keberhasilan” di tahun kemarin. Istilahnya, “No such thing called succesful, why we have to celebrate?”. Humm.. many problems, many happiness too, but something is [still...] not done: skripsi dan magang!! Dua hal itu seakan-akan menghapus bayang-bayang keceriaan travelling dan aktivitas hang out sebelumnya. Tapi, meski udah berusaha ngelupain, ternyata banyak juga manusia yang tidak ingin men-skip hari itu. Hehehe...
Seperti ultah-ultah sebelumnya, tepatnya pada pergantian menuju 29, ternyata air dan telor masih menjadi hadiah yang wajib untuk saya. Haha.. Tapi, mungkin kali ini sedikit berasa emosional karena berujung dengan kondisi kamar yang basah. Seprei basah, lantai basah, skripsi basah, handphone basah, laptop basah, plus bau amis telor. Thanks to all! But, terpaksa harus berakhir dengan pembalasan. Haha.. habislah Olay Shower gel! It’s so meaning, hanya saja di kondisi yang di luar mood.. Di hari H, akhirnya saya memilih untuk menghabiskan hari di Mount Island. Mama mau datang pasca seminar di Malang, sekalian pengen ngumpul sama keluarga di sana. Jarang-jarang saya habiskan ultah dengan mereka. Dan tentunya, ada grey t-shirt dan black jeans sebagai hadiah. Well, I always thanks to God for having mum like her.. ;)
Mungkin Tuhan mendengar atau mungkin juga sudah saatnya saya meraih keberhasilan tersebut. Tepat tanggal 2 Desember kemarin, saya diterima magang di dini advertising dengan posisi sebagai marketing. Sebuah pengalaman baru, sebuah tantangan baru juga. Nggak nyangka, kerjaannya benar-benar di luar dugaan. Bertemu dan sedikit berbincang dengan manajer marketing atau Public Relation dari restoran, hotel, maupun biro perjalanan. It’s totally new for me dan mungkin satu hal yang selalu dikhawatirkan dari pekerjaan “mobilitas tinggi” ini; tidak lain dan tidak bukan adalah nyasar!! Hehe.. Jadi, senjata saya akhir-akhir ini adalah peta (yang disponsori oleh... Mirota Batik!). Sebuah berkah lagi, akhirnya Bab I saya telah di-ACC oleh pembimbing 2. Selangkah demi selangkah, ternyata apa yang dikerjakan membuahkan hasil juga. Mungkin saya sudah lelah untuk terus kuliah, senang-senang, jalan menghabiskan uang. Sudah saatnya mengakhiri jabatan mahasiswa dan wellcome soon as a fresh graduate! Huahh, secepatnya..

Saturday, November 15, 2008

Traveling Oh.. Traveling: Part Two


Setelah ngobrol dikit soal airport di bagian sebelumnya, mungkin kali ini tentang traveling sebagai bagian dari seni.

Saya pernah melihat sebuah film true story berjudul “Into The Wild” yang diperankan oleh salah satu aktor favorit saya, Emile Hirsch. Semenjak ia memerankan sosok Alexander Supertramp, kelas aktingnya meningkat tajam. Kisahnya sendiri mengenai seorang mahasiswa yang menggapai tujuan hidupnya dengan menelusuri berbagai tempat sebagai backpacker. Unsur alam, kultur, romansa, survive, dan kesendirian menjadi tema sentral yang pasti dicintai oleh para petualang. Dari film ini, saya jadi mengartikan traveling yang sebenarnya adalah melakukan sebuah perjalanan untuk pencarian makna. Dan untuk itu, saya jadi merasa butuh jam terbang lebih banyak untuk mendapatkan pengalaman traveling yang sebenarnya.
Meski referensi traveling masih terhitung jari, saya pernah berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat yang memiliki makna tersendiri. Salah satu tempat yang memiliki ciri bermakna biasanya adalah tempat-tempat yang kadar eksotisnya luar biasa, namun banyak orang yang belum mengerti di mana letaknya. Pada awal-awal kuliah adalah masanya touring time karena jaman-jaman dahulu seringkali ke luar kota untuk menelusuri beberapa eksotika tersembunyi. Well, perjalanan pertama seingat saya adalah mengunjungi Gua Seplawan di daerah perbatasan Wates dan Purworejo. Seninya justru berada dalam perjalannya. Sewaktu itu touring menggunakan 3 motor dan beranggotakan 6 wisatawan. Hehehe.. Daerahnya cukup terpencil, sehingga jalannya masih tak beraspal dan Ninja Hattori banget! Alias mendaki gunung, lewati lembah. Pada satu titik, tanjakannya cukup tinggi, sehingga teman saya yang berbadan besar terpaksa harus turun karena motornya tidak bergerak-gerak setelah digas. Hehehe.. Kalo saya sih masih asik bertahan di atas jok, meskipun jalannya ala siput imut-imut. Kalo nyasar sih mungkin sudah makanan sehari-hari dan tentunya akan lebih terasa suasana travelingnya ketika telah sampai di tujuan. Nah, Gua Seplawan itu sebenarnya biasa-biasa aja. Namun, karena saya juga tidak terlalu mengerti dunia perguaan, jadi mungkin omongan saya salah. Di dalam gua, seperti gua-gua lainnya, terasa gelap, berstalaktit dan stalakmit, berair, dan licin. Ya iyalah, gua gitu loh! Tapi, gua yang satu ini airnya cukup dalam yaitu setumit, sehingga cukup basah jika nyebur. Nah, berhubung dari dulu insektaphobia, ketika ada laba-laba menyebrang air, seketika saya loncat-loncat dan berteriak di dalam gua dan menggaung. Hehehe... Setelah itu kami langsung mengurung niat buat masuk lebih dalam, karena mungkin akan ada tarantula, anaconda, ataupun buaya pemakan manusia.
Perjalanan lainnya adalah menuju Gunung Kidul. Ada apa di sana? Anda mungkin tahu film “Biola Tak Berdawai” yang dibintangi oleh Nicolas Saputra. Nah, ada scene pantai yang mengambil setting di salah satu kompleks pantai Gunung Kidul. Nama pantainya adalah Pantai Sundak. Saya heran kenapa menamainya dengan Sundak. Sundakelapa atau Sundakbolong? Ahh.. entahlah, tapi foto pantai ini di friendster saya sering disangka berada di Bali. Well, kalau yang ini sungguh eksotis, belum terlalu dipublikasikan, masih alami, pasir putih, dan belum ada listrik! Yap, itu sesuatu yang di luar dugaan sebelumnya. Perjalanan ke pantai tersebut memang dalam rangka menyelesaikan tugas shooting film pendek. Karena suasananya yang bikin betah, akhirnya semua crew baru menghidupkan kendaraan untuk pulang sekitar pukul 17.45 senja. Kita akhirnya sadar ternyata kanan-kiri hutan dan sama sekali tidak ada penerangan, hanya ada lampu sorot kendaraan. Hii.. spooky juga! Nah, ditambah lagi, saya dengan isengnya bermain kamera dan menangkap sebuah penampakan di sisi jalan. Sedikit tips: Daerah Gunung Kidul emang masih menyimpan mistis. So, kalo gak berani-berani amat, mending bawa aja paranormal untuk membantu kenyamanan traveling anda. Hehe..
Seni melakukan perjalanan juga bisa dilakukan di tempat-tempat eksotis ala urban, dimana anda dapat mencoba tempat-tempat hiburan baru secara premier sehingga anda menjadi sumber info bagi calon wisatawan yang lain. Salah satu traveling yang sebenarnya menggunakan sedikit adrenalin beberapa bulan lalu adalah mengunjungi Pandawa Water World. Kali ini road trip melintasi Klaten dengan membawa pasukan 2 mobil menuju Solo. Di perjalanan, pasti berasa kaya pernah liat nuansa sawah dan pepohonan seperti di filmnya Nicolas Saputra (again!), “3 Hari Untuk Selamanya”. Humm, benar-benar rindang dan damai. Well, Pandawa Water World sendiri terletak di Solo Baru, di tengah-tengah perumahan elit dan kurang lebih memakan waktu 2 jam dari Jogja. Gak nyangka, ternyata Solo lebih duluan punya Water Park dibanding Jogja. Dengan entry ticket yang relatif murah pada hari Senin, yaitu IDR 35.000 plus biaya loker IDR 5.000, anda sudah bebas masuk menikmati semua wahana (terkecuali bungee jumping, soalnya ada fee tersendiri!). Ketika memasuki pintu masuk, hal pertama yang terlihat adalah security check. Yap, gak boleh bawa minuman, makanan, ataupun gayung! (ya iyalah, emang mau mandi..). Tapi gak usah khawatir, di dalam udah tersedia puluhan foodcourt yang siap menyumbat rasa lapar ketika selesai berenang. Wahana-wahana yang sempet dicoba bener-bener seru. Mulai dari Kresna Wave Pool yang bikin kita goyang, Pool Slide yang bikin tenggorokan serak, atau juga Cave Corner yang enak buat tidur. Tapi, dari segala wahana yang sempat dicoba, yang menjadi primadona adalah Volcano Pool. Konsepnya tuh sama kaya jacuzzi. It’s soooooo relaxed away, anyone... Hehe.. Buat yang ke sana tapi gak niat renang juga disediakan fasilitas hot spot untuk browsing internet. Yang pasti suasana internetan bakal lebih eksotis karena ditunjang dengan pemandangan bikini-bikini ataupun speedo. ;)

Teori Teddiouzz Today
Traveling adalah bagian dari seni. Bagian dari memanjakan diri, menemukan sebuah inspirasi, dan sekaligus mampu menafsirkan apa yang terlihat dengan bijak. Perbedaan kultur ditangkap dengan pikiran terbuka. Hambatan dalam perjalanan disikapi dengan canda. Perbedaan rencana dengan apa yang terjadi akan membuahkan cerita yang tak terisolasi dari memori. Disanalah sebenarnya letak seni. Not such a tour package activities, but more to discover and explore something new..